Skip to content

Termodinamika

16 April 2010



  1. Hukum Pertama Termodinamika

Pemindahan panas dan kerja usaha  memberikan dua metode mengenai penambahan energy kepada atau pengurangan energy dari suatu system. Begitu pemindahan energy selesai, system itu telah mengalami perubahan energy-dalam.

Umpamakan suatu system berubah dari keadaan 1 ke keadaan 2 menuruti suatu lintasan tertentu dan kemudia n panas yang diserap, Q dan usaha, w diukur. Dengan menyatakan Q dan W dalam satuan panas atau satuan mekanik, maka selisih Q-W dapatlah dihitung. Kalau sekarang hal ini kita kerjakan pula untuk berbagai macam lintasan (antara keadaan 1 dan keadaan 2 itu), hasil penting yang diperoleh ialah bahwa Q-W adalah sama untuk semua lintasan yang menghubungkan 1 dan 2. Tapi Q tak lain ialah energy yang diberikan kepada system oeh pemindahan panas, dan W adalah sama dengan energy yang terambil dari system oleh kerja usaha. Selisih Q-W oleh karena itu haruslah menggambarkan perubahan energy dakhil system itu. Dengan demikian, perubahan energy dakhil suatu system tidak bergantung pada lintasan, dan oleh karena itu sama dengan energy system pada keadaan 2 dikurangi energy pada keadaan 1 atau U2 – U1 :

U2 – U1 = Q – W

Jika energy dakhil itu diberi suatu harga untuk keadaan patokan standar, maka harganya pada setiap keadaan lain dudah tertentu pula, karena Q – W untuk semua proses yang menghubungkan keadaan-keadaan itu adalah sama. Persamaan (19-3) dikenal sebagai hukum pertama termodinamika kalau hukum ini dipergunakan dalam bentuk diatas, haruslah diperhatikan bahwa:

  1. Semua besaran haruslah dinyatakan dalam satuan yang sama,
  2. Q positif apabila masuk ke dalam system,
  3. W positif apabila gaya dilakukan oleh system dan perpindahan menpunyai gaya yang sama.

Dari segi termodinamika, tidak perlu sama sekali menyatakan energy dakhil atas dasar energy molekul. Persamaan (19-3) adalah definisi energy dakhil pada tiap proses. Tidak beda dengan energy lainnya, hanya selisih energy dakhil saja yang didefinisikan, dan bukan harga mutlaknya.

Jika suatu system suatu proses yang akan membawanya kembali kekeadaan awal (proses siklis), maka:

U2 = U1 dan Q = W

Jadi, walaupun ada usaha netto W dilakukan oleh system itu dalam proses demikian, energy tidak tercipta, karena energy dalam jumlah yang sama masuk ke dalam system dalam bentuk panas Q.

Suatu system yang terisolasi ialah system yang tidak melakukan usaha luar dan tidak ada panas yang mengalir masuk kedalamnya. Maka untuk tiap proses yang terjadi dalam system semacam itu, W=Q=0 dan U­2 – U1 = 0. Artinya, energy dakhil suatu system yang terisolasi tetap konstan. Ini merupakan ungkapan yang paling umum asas kekekalan energy.

  1. 2. Hukum Kedua Termodinamika

Walaupun efesiensi satu sama lain berbeda, tidak ada satupun mesin kalor yang dibicarakan di atas yang mempunyai efisiensi normal 100%. Artinya, tidak satupun mesin-mesin itu menyerap panas dan mengubah seluruhnya menjasi usaha. Dalam hukum pertama termodinamika sama sekali tidak tersebut bahwa efisiensi 100% itu mustahil. hukum pertma hanya mengatakan bahwa energy yang dihasilkan suatu mesin dalam bentuk usaha mekanik

From → Artikel, IT

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: