Skip to content

pandangan tentang etika

24 Januari 2010

Menurut Bauman manusia itu secara moral pada hakikatnya bukan baik ataupun buruk, melainkan ambivalen. Fenomena moral itu secara inheren ‘non-rasional’. Oleh karena itu moralitas bersifat aporetic dan tak dapat diuniversalisasikan. Klaim filsafat modern akan adanya dasar-dasar moral (foundation) yang rasional dan rumus-rumus etis (peraturan) yang bersifat normatif-universal tak dapat diterima. Moralitas perlu dilepaskan dari peraturan yang memaksa dan dikembalikan tanggung jawab individu. Manusia perlu menjadi bermoral bukan karena being with other melainkan karena being for other (relasi asimetri). Kita hidup dalam persilangan sosialisasi dan sosialitas, ruang kognitif dan ruang moral di mana seni moralitas merupakan seni ambivalensi moral. Dalam kondisi ini stranger atau the other yang lemah dan yang mungkin menjadi korban (teknologi) perlu dirawat dan diperhatikan.

“artikel selengkapnya dapat di download disini

From → Tak Berkategori

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: